Oleh: sonjaya45 | 5 Oktober 2009

BESARAN, SATUAN DAN PENGUKURAN

BESARAN, SATUAN DAN PENGUKURAN

Sesuatu yang dapat diukur dan hasilnya dapat dinyatakan dengan nilai (angka eksak) dan satuan disebut Besaran Fisika. Menurut Bueche besaran menurut arahnya dibedakan menjadi dua, yaitu besaran skalar yang hanya memiliki besar, dan besaran vektor yang selain memiliki besar memiliki arah pula Besaran fisika dibagi menjadi dua macam yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Dalam Sistem Internasional (SI) ada 7 besaran pokok yang mempunyai satuan dan 2 besaran pokok yang tidak mempunyai satuan. Besaran Pokok yang mempunyai satuan diantaranya seperti tertera pada table dibawah ini

No

Besaran Pokok

Satuan SI

Singkatan

`Alat Ukur

1

Panjang

Meter

m

Mistar

2

Massa

Kilogram

Kg

Neraca

3

Waktu

Sekon

s

Stopwatch

4

Suhu

Kelvin

K

Termometer

5

Kuat Arus

Amper

A

Amperemeter

6

Jumlah Molekul

Mole

Mol

7

Intensitas Cahaya

Candela

Cd

Besaran Pokok yang tidak mempunyai satuan diantaranya seperti tertera pada table dibawah ini

No

Besaran Pokok

Singkatan

1

Radian rad

2

Stredian str

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.

No Besaran Definisi operasional Berasal dari besaran

pokok

Berasal dari besaran

turunan

1

Luas Panjang dikali lebar 2 besaran panjang

2

Volume Luas alas dikali tinggi 1 besaran panjang Luas

3

Massa Jenis Massa dibagi volume Massa Volume

4

Kecepatan Perpindahan dibagi waktu Panjang dan waktu

5

Kelajuan Jarak dibagi waktu Panjang dan waktu

6

Percepatan Kecepatan dibagi waktu Waktu Kecepatan

7

Gaya Massa dikali percepatan Massa Percepatan

8

Usaha/Kerja Gaya dikali perpindahan Panjang (perpindahan) Gaya

9

Tekanan Gaya dibagi luas Gaya dan Luas

A. Pengukuran

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran lain sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

Pengukuran ada dua macam yaitu pengukuran langsung dan pengukuran tidak langsung. Pengukuran langsung adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara langsung mengukur benda yang bersangkutan dan memperoleh hasilnya, seperti mengukur panjang dengan penggaris, massa dengan neraca, suhu dengan termometer dan sebagainya. Sedangkan, pengukuran tak langsung adalah dengan menggunakan rumus, seperti mengukur luas lingkaran, luas persegi panjang dan sebagainya.

1. Panjang

Panjang didefiniskan sebagai jarak antara dua titik. Dalam SI panjang mempunyai satuan meter. Meter standart didefinisikan jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299.792.458 detik (kecepatan cahaya ditetapkan sebesar 299.792.458 meter per detik). Ada tiga alat ukur panjang yang umum digunakan, mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

a                                              b                                              c

Gambar 1.(a). Macam-macam penggaris plastik, (b) Penggaris tukang kayu 2 meter, (c) Penggaris pita

a                                              b

Gambar 2. (a). Jangka sorong analog, (b). Jangka sosong digital. Gambar 3. Mikrometer sekrup

No

Alat Ukur

Ketelitian

Penggunan

1

Mistar 0,1 Mengukur panjang, misalnya panjang meja atau pensil

2

Jangka sorong 0,01 Mengukur diameter dalam dan luar, misalnya pada cincin

3

Mikrometer skrup 0,001 Mengukur diameter luar dan ketebalan yang sangat tipis,

misalnya tebal uang logam atau kertas

2. Pengukuran massa dan waktu

Massa diukur dengan neraca. Neraca yang biasa dipakai di laboratorium adalah neraca tiga lengan. Selang waktu secara prinsip dapat diukur oleh kejadian yang berulang secara teratur, misalnya detak jantung, getaran pegas, rotasi bumi, dan revolusi bumi. Selang waktu singkat seperti catatan waktu lomba lari dengan stopwatch. Stopwatch analog memiliki ketelitian 0,1 sekon dan stopwatch digital memiliki ketelitian 0,01 sekon.

3. Pengukuran luas dan volume

Pengukuran luas termasuk pengukuran tidak langsung. Luas benda dapat diukur dengan menggunakan rumus. Misalnya, luas segitiga = ½ x alas x tinggi, luas kubus = sisi x sisi, luas lingkaran = p r2. Satuan SI untuk luas adalah m2.

Pengukuran volume benda yang teratur dapat ditentukan secara tidak langsung dengan menggunakan rumus. Misalnya, volume balok = panjang x lebar x tinggi, volume kubus = sisi x sisi x sisi, volume silinder = p r2t. Volume benda padat yang bentuknya tidak teratur harus diukur secara langsung dengan menggunakan: sebuah gelas ukur atau pasangan gelas ukur dan gelas berpancuran. Satuan SI untuk volume adalah m3, walau yang sering dijumpai adalah cm3.

b. Mengkonversi berbagai satuan besaran Pokok maupun besaran Turunan.

Hasil suatu pengukuran besaran pokok belum tentu dinyatakan dalam satuan yang sesuai dengan keinginan kita atau yang kita perlukan. Contohnya panjang meja 150 cm, sedangkan kita memerlukan dalam satuan meter, contoh lainnya dari satuan gram dinyatakan dalam kilogram, dari satuan jam menjadi sekon. Untuk mengkonversi atau merubah dari suatu satuan ke satuan yang lainnya diperlukan tangga konversi. Untuk satuan Besaran turunan dapat dijabarkan dari satuan besaran-besaran pokok yang mendifinisikan besaran turunan tersebut. Contoh satuan besaran-besaran turunan dapat diperlihatkan pada tabel 4 berikut ini.

Satuan besaran turunan dapat juga dikonversi. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini.

· 1 dyne = 10-5 newton

· 1 erg = 10-7 joule

· 1 kalori = 0,24 joule

· 1 kWh = 3,6 x 106 joule

· 1 liter = 10-3 m3 = 1 dm3

· 1 ml = 1 cm3 = 1 cc

· 1 atm = 1,013 x 105 pascal

· 1 gauss = 10-4 tesla


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: